Tidak ada yang gratis. Tidak ada yang mudah. Sebuah pencapaian selalu memiliki label harganya sendiri. Makin besar sebuah pencapaian, makin besar harga bayarnya. Dalam hal apapun, prinsip ini akan terus berlaku. Bahkan seorang seniman atau musisi yang tampaknya urakan, jauh dari segala bentuk keteraturan pun, ternyata memiliki kedisiplinan yang tinggi dan memiliki totalitas di dalam kariernya. Yngwie Malmsteen, rocker yang terkenal sebagai gitaris hebat kelas dunia, ternyata memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam berlatih. Yngwie berlatih dari sejak usia 5 tahun, selama 8 jam sehari! Balawan, gitaris Indonesia yang bermain dua gitar sekaligus dalam setiap penampilannya, bisa sehebat itu karena ia berlatih 10 jam sehari! Kalau rocker atau seniman yang dikenal anti keteraturan pun ternyata memiliki disiplin yang tinggi, bukankah terlebih lagi kita?
Apakah mereka bukan orang yang berbakat? Jelas, mereka adalah orang yang sangat berbakat. Meski demikian, mereka sadar bahwa bakat saja tidak cukup. Bakat baru menjadi berarti kalau disertai dengan kedisiplinan. Sebuah kalimat bijak berkata, "Sukses ditentukan oleh 10% bakat dan 90% kerja keras!" Bakat memang penting, tapi kedisiplinan jauh lebih penting lagi. Sayangnya, banyak orang terlalu mengagung-agungkan bakat dan mengabaikan kedisiplinan. Padahal kita tahu bahwa kedisiplinan jauh lebih menentukan keberhasilan dibandingkan dengan bakat. Bukankah kita sering mendengar orang berkomentar, "Dia sangat berbakat!" Padahal bisa menjadi sedemikian hebat bukan karena bakatnya, tapi karena kedisiplinannya.
No comments:
Post a Comment