Tuesday, March 15, 2016

巴厘岛与日惹文化旅游营销传播策略研究

在印度尼西亚,旅游业是其中一项重要产业。文化旅游被认为是印尼旅游业不可或缺的一部分。在大多数印度尼西亚印度教徒居住的巴厘岛,主要吸引外国游客的,是在巴厘神庙中表演巴厘人舞剧的文化和宗教节日。除了巴厘岛,文化旅游游在日惹(Yogyakarta——印度尼西亚一个作为爪哇族古典文艺中心而知名的特殊地区——也起着重要作用。在爪哇岛中部,佛教、印度教、伊斯兰教等宗教王国的兴衰,已经把日惹转变为一个印尼文化大熔炉。

本研究的目的是解释为何日惹的旅游业相较于巴厘岛更不兴盛的问题。虽然两个旅游目的地都具有相似的旅游特色,但前往日惹旅行的游客远远少于巴厘岛。尽管巴厘岛和日惹都依赖文化和自然景观来吸引游客,但巴厘岛明显成功地吸引了更大量的游客,这是日惹所不及的。

本研究与巴厘岛作为参照系使用了态势分析法(SWOT)来比较分析巴厘岛和日惹作为旅游景点的优势、劣势、机会和威胁。换句话说,选择态势分析法(SWOT)是因为它能够提供一个更清晰直观的方式来解读这两地旅游业的现状。另外,这项研究主要着眼于两个问题:(1)为什么外国游客更钟情于巴厘岛而不是日惹;(2)如何改善日惹的旅游业现状。

研究显示,游客喜爱巴厘岛胜于日惹的原因有三:(1)巴厘岛的管理更贴合国际旅游胜地标准;(2)巴厘岛拥有其独一无二的巴厘文化;(3)保证游客满意的旅游项目的充分改善。要达到与巴厘岛同样水平的旅游业绩,日惹还需要在旅游项目开发上下功夫。以下是一些能够运用于吸引更多外国游客到日惹市的可行的市场交流策略:(1)日惹市旅游圣地地位的巩固;(2)产品开发;(3)独一无二的文化旅游包装;(4)市场混合;(5)社交传媒营销;(6)相关产业合作;(7)媒体合作。

总而言之,研究尝试找出促进日惹旅游业发展的关键因素以及交流学习在发展中所起的作用。整个研究结果旨在为市场交流提供一些理论参考,尤其是旅游业发展。

Thursday, June 6, 2013

简单的爱情故事

他和她本来是同一个奶奶。他的妈妈和她的妈妈是姐妹。他比她大一岁。他们不是富人,每天只想怎么能赚钱让家人过生活,所以没有时间跟别人交往。
那时的她不像一位公主,而他也不像一位王子。他们看起来真的不配,性格有许多不同的,但他们有一样的爱好:运动。他们常常在球场上见面。
当他快要40岁时,他的母亲很担心他不会结婚。每一次介绍给他的女朋友都不适合。有一天,他跟他的母亲说,"别再介绍女朋友给我了,我已经喜欢一个人了"。他的母亲高兴得不得了,"是谁呢?"。他说,"那位女生是阿姨的女儿"。因为他的妈妈和她的妈妈担心这两位孩子不要结婚,然后就答应了。当他们结婚时,他已经41岁了,而她40岁了。3年后,他们有一个女儿了,那就是我。虽然不是一个很完美的家庭,但我们一家人都过得很幸福。



 
 

Move Forward

PicMix (103)

Pelarian Singkat

Terkadang untuk bisa tetap bersemangat menjalani segala aktivitas harian, kita butuh pelarian singkat. Meski hanya sebentar, jika kamu berhasil membuat pelarian singkat itu menjadi sempurna, maka dipastikan kamu akan mampu memenangkan berbagai tantangan hari ini.
  1. Mulailah dari kasur. Ciptakan sebuah ritual bangun tidur yang menyenangkan, misalnya dengan tersenyum, memutar lagu kesukaan, atau mengucapkan kalimat motivasi.
  2. Jangan lupa masukkan camilan ke tas. Usai sarapan, sediakan perbekalan energi dengan memasukkan camilan sehat ke dalam tas, seperti pisang, apel, atau cokelat hitam. Selain bisa memanjakan lidah, camilan-camilan ini juga bisa membuat perut rata dan buat kamu terus bersemangat.
  3. Mulai kerja dengan mendengarkan musik sejenak. Mendengarkan alunan musik favorit mampu menstabilkan tekanan darah dan redakan stres. Jadi, setelah menyeduh kopi dan menyapa rekan-rekan kerja, coba luangkan waktu untuk memanjakan kedua telinga lewat musik.
  4. Hiruplah aroma lemon. Tumpukan pekerjaan mulai membuat kamu stres? Coba ciumlah aroma lemon. Kandungan dalam lemon bisa bertugas sebagai zat anti stres.
  5. Lakukan peregangan secara berkala. Jangan biarkan otot-otot tegang karena terlalu lama bekerja di depan komputer. Cukup luruskan kedua tangan ke atas dan bergerak ke kanan serta ke kiri. Atau kamu juga bisa berjalan keliling kantor selama 10 menit.
  6. Tanamkan energi positif di rumah. Mungkin pekerjaan hari ini menguras seluruh kamu, tapi jangan biarkan negatif merusak sisa harimu. Coba tuliskan daftar kebahagianmu hari ini, bersyukurlah dan ucapkan terima kasih pada diri sendiri karena telah sukses melalui segala rintangan sepanjang hari.

Petani

Gordon MacDonald dan istrinya suatu kali bepergian ke pegunungan Alpen di Swiss. Dalam perjalanan di pegunungan tersebut, mereka melihat ada dua orang petani yang memotong pohon. Mereka ambil waktu untuk mengamati kedua petani tersebut. Setelah diamati, maka mereka melihat bahwa setiap kali setelah memakai kapaknya sekitar sepuluh menit, kedua petani tadi berhenti dan mengasah kapak mereka untuk mempertajamnya. Hal ini dilakukan setiap sekitar sepuluh menit. Dan mereka selalu mengasah kapaknya sekitar lima menit. Hasilnya? Mereka selalu bisa menebang dengan cepat dan pulang lebih awal ketimbang mereka terus menerus menebang pohon tanpa mengasahnya.

Professional Team…
Kita harus belajar prinsip "memotong dan menajamkan" dan menerapkan dalam hidup kita. Seharusnya kita telah memahami prinsip ini, hanya kita merasa "rugi" harus memberi waktu untuk mengasah. Namun justru disinilah letak perbedaannya. Eksekutif yang memberi diri untuk "cut and sharpening" jauh lebih efektif dalam hidup dan pekerjaannya dibanding eksekutif yang tidak memberi diri melakukan prinsip penting ini.

Dalam dunia pekerjaan kita harus juga mengaplikasikan prinsip ini. Dimana kita belajar "cut and sharpening". Dengan kata lain, sebagai eksekutif marilah belajar untuk meng-educate diri sendiri. Jangan merasa puas dengan pengetahuan dan level kesuksesan yang telah dicapainya sampai hari ini. Kita perlu melakukan "refreshing" dengan meningkatkan education kita.