Thursday, June 6, 2013

Petani

Gordon MacDonald dan istrinya suatu kali bepergian ke pegunungan Alpen di Swiss. Dalam perjalanan di pegunungan tersebut, mereka melihat ada dua orang petani yang memotong pohon. Mereka ambil waktu untuk mengamati kedua petani tersebut. Setelah diamati, maka mereka melihat bahwa setiap kali setelah memakai kapaknya sekitar sepuluh menit, kedua petani tadi berhenti dan mengasah kapak mereka untuk mempertajamnya. Hal ini dilakukan setiap sekitar sepuluh menit. Dan mereka selalu mengasah kapaknya sekitar lima menit. Hasilnya? Mereka selalu bisa menebang dengan cepat dan pulang lebih awal ketimbang mereka terus menerus menebang pohon tanpa mengasahnya.

Professional Team…
Kita harus belajar prinsip "memotong dan menajamkan" dan menerapkan dalam hidup kita. Seharusnya kita telah memahami prinsip ini, hanya kita merasa "rugi" harus memberi waktu untuk mengasah. Namun justru disinilah letak perbedaannya. Eksekutif yang memberi diri untuk "cut and sharpening" jauh lebih efektif dalam hidup dan pekerjaannya dibanding eksekutif yang tidak memberi diri melakukan prinsip penting ini.

Dalam dunia pekerjaan kita harus juga mengaplikasikan prinsip ini. Dimana kita belajar "cut and sharpening". Dengan kata lain, sebagai eksekutif marilah belajar untuk meng-educate diri sendiri. Jangan merasa puas dengan pengetahuan dan level kesuksesan yang telah dicapainya sampai hari ini. Kita perlu melakukan "refreshing" dengan meningkatkan education kita.

10% Bakat, 90% Kerja Keras

Tidak ada yang gratis. Tidak ada yang mudah. Sebuah pencapaian selalu memiliki label harganya sendiri. Makin besar sebuah pencapaian, makin besar harga bayarnya. Dalam hal apapun, prinsip ini akan terus berlaku. Bahkan seorang seniman atau musisi yang tampaknya urakan, jauh dari segala bentuk keteraturan pun, ternyata memiliki kedisiplinan yang tinggi dan memiliki totalitas di dalam kariernya. Yngwie Malmsteen, rocker yang terkenal sebagai gitaris hebat kelas dunia, ternyata memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam berlatih. Yngwie berlatih dari sejak usia 5 tahun, selama 8 jam sehari! Balawan, gitaris Indonesia yang bermain dua gitar sekaligus dalam setiap penampilannya, bisa sehebat itu karena ia berlatih 10 jam sehari! Kalau rocker atau seniman yang dikenal anti keteraturan pun ternyata memiliki disiplin yang tinggi, bukankah terlebih lagi kita?
 
Apakah mereka bukan orang yang berbakat? Jelas, mereka adalah orang yang sangat berbakat. Meski demikian, mereka sadar bahwa bakat saja tidak cukup. Bakat baru menjadi berarti kalau disertai dengan kedisiplinan. Sebuah kalimat bijak berkata, "Sukses ditentukan oleh 10% bakat dan 90% kerja keras!" Bakat memang penting, tapi kedisiplinan jauh lebih penting lagi. Sayangnya, banyak orang terlalu mengagung-agungkan bakat dan mengabaikan kedisiplinan. Padahal kita tahu bahwa kedisiplinan jauh lebih menentukan keberhasilan  dibandingkan dengan bakat. Bukankah kita sering mendengar orang berkomentar, "Dia sangat berbakat!" Padahal bisa menjadi sedemikian hebat bukan karena bakatnya, tapi karena kedisiplinannya.

Wednesday, June 5, 2013

You're No Surprise To God

Do you ever feel like God is disappointed with you? I used to feel this way until one day He said, "You know, Joyce, you're no surprise to Me. I knew what I was getting when I got you."
Think about it! God knows the end from the beginning, and all the days of our life are written in His book. Every decision we're ever going to make, good or bad, God already knew them before we ever showed up on planet earth. He already knows today every word in our mouth that is still unuttered - even what we're going to say a year from now.

Sometimes we go around thinking that God is so disappointed with us all the time. It's true that we make mistakes. And we're not supposed to be lighthearted about them - we need to take them seriously. But in spite of our mistakes, God has hope for us and knows that He can change us if we'll stay close to Him.
God's not disappointed. He's full of hope where we're concerned! He believes in us more than we do ourselves.



Wednesday, December 5, 2012

梦想的房子



每个人都有很多梦想。我也是有很多梦想。我的一个梦想是有一个房子,不太大,不太小,也不太高。我想有一个房子能看见湖景,附近有一个运动场。

其实我不需要很多条件,最主要的是能够跟家人一起生活,好好的过日子。我觉得这个条件是你不能买到的。每个房屋中介公司都不能推荐的。

虽然现在我住的房子不是我梦想的房子,但是我觉得很幸福。我的房子有五层。附近有一个火车站,一个大市场。因为我的房子也是一个水果店,所以每天都是有人来买水果。

Sunday, October 21, 2012

Fill Your Life With Laughter

Philippians 4:4
“Always be full of joy in the Lord. I say it again-rejoice!”
 
As Christians, one of our greatest desires is to share the message of Christianity with others. Yet sometime unbelievers don’t want to hear our message because they perceive Christians as pessimistic, suspicious, critical, judgmental, cranky people. And, sadly, probably all of us are guilty of at least one or two of these characteristics from time to time.
But God tell us to be joyful and loving, to fill our lives with laughter. He knows that when we do this, we will be happier and healthier … and a better testimony of his love.
 
***
What are some ways we can live our lives with more laughter? Well, for one thing most of us should stop taking ourselves so seriously. It is OK to spend some time just having fun!
Another step toward more laughter is to hang around happy people. Laughter really does seem to be contagious. Also, most of us need to simplify our lives and avoid getting bogged down with busyness. Being over-tired and over-stressed can quickly rob us of our joy. As we learn to trust God in every area of our lives and allow his joy to fill us to overflowing, our lives will begin to reflect his love to others … and then they might want to hear more about this thing called Christianity.
 
***
Father, help me to always be full of joy in You. Help others to see the joy of Jesus in me so that they might want to meet Him in Jesus’ name.